Emansipasi Wanita dan RA Kartini

Emansipasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagikelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu. Emansipasi wanita ialah proses pelesapan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.

 

Dan bicara mengenai emansipasi wanita tak lepas dari sosok Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara Jawa Tengah 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

 

Emansipasi dan apa yang dimaksudkan oleh RA Kartini adalah agar wanita mendapatkan hak  untuk mendapatkan pendidikan, seluas-luasnya.Agar wanita juga di akui kecerdasannya dan diberi kesempatan yang sama untuk mengaplikasikan keilmuan yang dimilikinya dan agar wanita tidak merendahkan dan direndahkan derajatnya di mata pria.

 

Dalam hal ini tidak ada perkara yang menyatakan bahwa wanita menginginkan kesamaan hak keseluruhan dari pria, karena pada hakikatnya pria dan wanita memliki kelebihannya masing- masing. Menyamakan wanita dengan pria, jelas kedzaliman. Karena dua makhluk ini memang Allah ciptakan berbeda. Allah menegaskan, “Laki-laki tidak sama seperti wanita.” (QS. Ali Imran: 36).

 

Menurut Sekretaris Umum Ikaman Magelang,Hana Laila  sekarang ini kita sudah bisa melihat kemajuan para wanita dimana pekerjaan yang dulu hanya diduduki oleh kaum pria sudah banyak yang diduduki oleh kaum wanita.  Berbagai pekerjaan mulai dari pegawai negeri / swasta,dokter, gubernur,menteri, bahkan sampai jabatan presiden sudah banyak diperankan oleh wanita baik di Indonesia maupun luar negeri.

 

Namun yang harus digarisbawahi adalah bahwa wanita tidak boleh melupakan kodratnya sebagi seorang wanita itu sendiri, seobagai seorang ibu juga sebagai seorang istri, tambah Risa Bendahara II Ikaman Magelang.

 

Menurut salah satu  Anggota Ikaman Magelang Abdul Kofin menjelaskan bahwa pada intinya kaum wanita bukanlah kaum yang lemah dan bukan berarti wanita tidak bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat seperti kaum pria lakukan dalam kehidupan yang positif. Kita boleh saja menolak kesetaraan gender,tapi yang jelas, untuk berlaku adil adalah tugas kita bersama,pria maupun wanita.

 

Pertanyaan yang mungkin perlu direnungkan adalah, apakah peran sebagai ibu rumah tangga pada zaman sekarang ini dianggap lebih rendah daripada peran sebagai wanita karir ?Apakah wanita yang tetap memilih kehidupan sebagai ibu rumah tangga dapat  dianggap sebagai ketinggalan zaman ?

 

Saat ini seharusnya dapat memanfaatkan emansipasi wanita yang sudah diperjuangkan RA Kartini dengan sebaik-baiknya,dengan membekali diri dengan ilmu untuk berpartisipasi membangun bangsa ini, mengharumkan nama kaum wanita,Emansipasi wanita kini seharusnya dapat menjadikan generasi muda  yang cerdas bukan menjadi lemah.Sekaranglah saatnya generasi muda wanita mencatatkan dirinya sebagai pelaku emansipasi yang mampu berdiri mengambil peran penting untuk membangun bangsa yang tercinta ini.

 

Oleh Nurfadil

Ketua Umum Ikaman Magelang

Facebook Comments